Minggu, 21 Juli 2013

makalah Sosiolinguistik




Tugas                : Kelompok

Mata Kuliah     : Sosiolinguistik


SOSIOLINGUISTIK VARIASI BAHASA



Disusun oleh
Kelompok IV : Abdul Rahman
A. Febriani Kharisma
Andi Nurjannaniah
Kasrina
 Nengsih Husain
Murniati
Safriwana Aras


PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2
013

 



BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Menurut Holmes (1992:1) sosiolinguistik mempelajari hubungan antara bahasa dan masyarakat, antara penggunaan bahasa dan struktur sosial dimana pengguna bahasa itu tinggal. Ilmu ini menjelaskan mengapa kita berbicara berbeda dalam konteks sosial yang berbeda, mengenali fungsi sosial bahasa, dan bagaimana fungsi tersebut digunakan untuk menyampaikan makna sosial yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sosiolinguistik adalah ilmu yang secara khusus mendalami fungsi dan lika-liku variasi atau ragam bahasa.
            Dalam kehidupan sosial masyarakat yang kompleks tersebut, wajar jika kemudian muncul bermacam-macam variasi di dalam sebuah bahasa. Terlebih lagi jika hal tersebut dipandang dari berbagai sudut yang berbeda. Memperhatikan cara orang-orang menggunakan bahasa dalam konteks sosial yang berbeda memberikan kekayaan informasi mengenai cara bahasa itu bekerja, bagaimana hubungan sosial orang-orang tersebut dalam sebuah komunitas, dan cara mereka saling memberi isyarat terhadap aspek-aspek identitas sosial mereka melalui bahasa yang mereka gunakan.
            Di dalam pembelajaran sosiolinguistik, masyarakat yang menggunakan variasi bahasa atau berbagai macam ragam bahasa adalah suatu kekayaan yang sangat luar biasa. Sosiolinguistik tidak pernah memandang bahwa ragam bahasa yang terdapat pada masyarakat adalah sesuatu yang salah atau benar tapi, sosiolinguistik hanya mengkaji munculnya ragam bahasa itu.
B.     Rumusan Masalah
1.      Uraikan apa itu sosiolinguistik !
2.      Kemukakan apa yang dimaksud variasi bahasa !
3.      Uraikan jenis-jenis bahasa !

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu sosiolinguistik
2.      Untuk mengetahui penjelasan tentang variasi bahasa
3.      Untuk mengetahui keragaman bahasa yang ada di masyarakat
BAB II

PEMBAHASAN
A.    Sosiolinguistik

1.      Pengertian Sosiolinuistik
            Sosiolinguistik merupakan ilmu disiplin antara sosiologi dan linguistik, dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang sangat erat. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kegiatan sosial ataupun gejala sosial dalam suatu masyarakat. Sedangkan linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa, atau bidang ilmu yang mengambil objek bahasa sebagai objek kajiannya. Sosiolinguistik merupakan ilmu yang mempelajari ciri dan berbagai variasi bahasa, di dalam suatu masyarakat.

2.      Ruang Lingkup
            Sosiolinguistik dibagi mejadi dua bagian yaitu :
a.         Mikro sosiolinguistik yang berhubungan dengan kelompok kecil, misalnya sistem tegur sapa.
b.         Makro sosiolinguistik yang berhubungan dengan maslaha perilaku bahasa dan struktur sosial.
     Ada beberapa makna sosiolinguistik, dapat digolongkan ke dalam persoalan pokok, seperti :
a.       Tentang profil sosiolinguistik, yaitu bagaimana keanekaragaman bahasa mencerminkan keanekaragaman sosial yang biasanya bersifat statistik.
b.      Dinamika sosiolinguistik yang diusahakan dengan mencari ciri – cirinya terhadap berbagai jenis situasi sosiolinguistik yang mencakup bidang pemakaian, sikap bahasa, proses - proses sosiolinguistik, penelitian - penelitian tentang bahasa.
     Sedangkan yang tidak merupakan persoalan pokok ialah :
a.       masalah perubahan bahasa
b.      masalah bahasa kanak – kanak
c.       relativisme bahasa.

3.       Masalah – masalah Sosiolinguistik
            Pada 1964, dalam konferensi sosiolinguistik yang pertama telah dirumuskan tujuh dimensi dalam penelitian sosiolinguistik yang merupakan masalah dalam sosiolinguistik, yaitu :
a.       identitas sosial penutur;
b.      identitas sosial dari pendengar yang terlibat;
c.       lingkungan sosial tempat peristiwa tutur;
d.      analisis sinkronik dan diakronik dari dialek – dialek sosial;
e.       penilaian sosial yang berbeda oleh penutur terhadap perilaku bentuk – bentuk ujaran;
f.       tingkatan variasi dan ragam linguistik; dan
g.      penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik.
B.     Variasi Bahasa
1.      Pengertian Ragam Bahasa
                        Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan.

                        Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam.

                        Jadi variasi bahasa adalah keanekaragaman bahasa yang terdapat dalam suatu masyarakat untuk memenuhi fungsi sebagai alat interaksi dalam kegiatan yang beranekaragam.



C.     Jenis-Jenis Bahasa
            Chaer dan Agustina (2010:62) mengungkapkan variasi bahasa itu ada beberapa jenis, diantaranya:
1.     Variasi Bahasa dari Segi Penutur

a.    Variasi Bahasa Idiolek
     Variasi bahasa idiolek adalah variasi bahasa yang bersifat perorangan. Menurut konsep idiolek. setiap orang mempunyai variasi bahasa atau  idioleknya masing-masing.

b.    Variasi Bahasa Dialek
     Variasi bahasa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu. Umpamanya, bahasa Jawa dialek Bayumas, Pekalongan, Surabaya, dan lain sebagainya.

c.    Variasi Bahasa Kronolek atau Dialek Temporal
     Variasi bahasa kronolek atau dialek temporal adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok sosial pada masa tertentu. Misalnya, variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan, variasi bahasa pada tahun lima puluhan, dan variasi bahasa pada masa kini.

d.   Variasi Bahasa Sosiolek
     Variasi bahasa sosiolek adalah variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, dan kelas sosial para penuturnya. Variasi bahasa ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, seks, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan lain scbagainya.

e.    Variasi Bahasa Berdasarkan Usia
     Variasi bahasa berdasarkan usia yaitu varisi bahasa yang digunakan berdasarkan tingkat usia. Misalnya variasi bahasa anak-anak akan berbeda dengan variasi remaja atau orang dewasa.

f.     Variasi Bahasa Berdasarkan Pendidikan
     Variasi bahasa berdasarkan pendidikan Yaitu variasi bahasa yang terkait dengan tingkat pendidikan si pengguna bahasa. Misalnya, orang yang hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar akan berbeda variasi bahasanya dengan orang yang lulus sekolah tingkal atas. Demikian pula, orang lulus pada tingkat sekolah menengah atas akan berbeda penggunaan variasi bahasanya dengan mahasiswa atau para sarjana.

g.    Variasi Bahasa Berdasarkan Seks
     Variasi bahasa berdasarkan seks adalah variasi bahasa yang terkait dengan jenis kelamin dalam hal ini pria atau wanita. Misalnya, variasi
bahasa yang digunakan o!eh ibu-ibu akan berbeda dengan varisi bahasa yang digunakan oleh bapak-bapak.

h.    Variasi Bahasa Berdasarkan Profesi
     Variasi bahasa berdasarkan profesi adalah variasi bahasa yang terkait dengan jenis profesi, pekerjaan dan tugas para penguna bahasa tersebut. Misalnya, variasi yang digunakan oleh para buruh, guru, mubalik, dokter, dan lain sebagninya tentu mempunyai perbedaan variasi bahasa.

i.      Variasi Bahasa Berdasarkan Tingkat Kebangsawanan
     Variasi bahasa berdasarkan lingkal kebangsawanan adaiah variasi yang lerkail dengan lingkat dan kedudukan penuliir (kebangsawanan atau raja-raja) dalam masyarakatnya. Misalnya, adanya perbedaan variasi bahasa yang digunakan oleh raja (keturunan raja) dengan masyarakat biasa dalam bidang kosa kata, seperti kata mati digunakan untuk masyarakat biasa, sedangkan para raja menggunakan kata mangkat.

j.      Variasi Bahasa Berdasarkan Tingkat Ekonomi Para Penutur
     Variasi bahasa berdasarkan tingkat ekonomi para penutur adalah variasi bahasa yang mempunyai kemiripan dengan variasi bahasa berdasarkan tingkat kebangsawanan hanya saja tingkat ekonomi bukan mutlak sebagai warisan sebagaimana halnya dengan tingkat kebangsawanan. Misalnya, seseorang yang mempunyai tingkat ekonomi yang tinggi akan mempunyai variasi bahasa yang berbeda dengan orang yang mempunyai tingkat ekonomi lemah.

2.         Berkaitan dengan variasi bahasa berdasarkan tingkat golongan, status dan kelas sosial para penuturnya dikenal adanya variasi bahasa akrolek, basilek, vulgal, slang, kulokial, jargon, argoi, dan ken. Adapun penjelasan tentang variasi bahasa tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi darivariasi sosial lainya.

b.      Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi atau bahkan dipandang rendah.

c.       Vulgal adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pada pemakai bahasa yang kurang terpelajar atau dari kalangan yang tidak berpendidikan.

d.      Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia.

e.       Kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yang cenderung menyingkat kata karena bukan merupakan bahasa tulis. Misalnya dok (dokter), prof (profesor), let (letnan), nda (tidak).

f.       Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok sosial tertentu. Misalnya, para montir dengan istilah roda gila, didongkrak, dll.

g.      Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh profesi tertentu dan bersifat rahasia. Misalnya, bahasa para pencuri dan tukang copet, barang dalam arti mangsa, daun dalam arti uang, dll.

h.      Ken adalah variasi sosial yang bernada memelas, dibuat merengek-rengek penuh dengan kepura-puraan. Biasanya digunakan oleh para pengemis.

3.      Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian
          Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian atau funsinya disebut fungsiolek atau register adalah variasi bahasa yang menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Misalnya bidang jurnalistik, militer, pertanian, perdagangan, pendidikan, dan sebagainya. Variasi bahasa dari segi pemakaian ini yang paling tanpak cirinya adalah dalam hal kosakata.
         
          Setiap bidang kegiatan biasanya mempunyai kosakata khusus yang tidak digunakan dalam bidang lain. Misalnya, bahasa dalam karya sastra biasanya menekan penggunaan kata dari segi estetis sehingga dipilih dan digunakanlah kosakata yang tepat.
         
          Ragam bahasa jurnalistik juga mempunyai ciri tertentu, yakni bersifat sederhana, komunikatif, dan ringkas. Sederhana karena harus dipahami dengan mudah; komunikatif karena jurnalis harus menyampaikan berita secara tepat; dan ringkas karena keterbatasasan ruang (dalam media cetak), dan keterbatasan waktu (dalam media elektronik). Intinya ragam bahasa yang dimaksud di atas, adalah ragam bahasa yang menunjukan perbedaan ditinjau dari segi siapa yang menggunakan bahasa tersebut.

4.      Variasi Bahasa dari Segi Keformalan
          Joos (Chaer dan Agustina, 2010:70) membagi variasi bahasa atas lima macam, yaitu:
a.       Ragam Beku (frozen)
    Gaya atau ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal, yang digunakan pada situasi-situasi hikmat, misalnya dalam upacara kenegaraan, khotbah, dan sebagai nya.

b.      Ragam Resmi (formal)
    Gaya atau ragam resmi adalah variasi bahasa yang biasa digunakan pada pidato kenegaraan, rapat dinas, surat-menyurat, dan lain sebagainya.

c.        Ragam Usaha (konsultatif)
    Gaya atau ragam usaha atau ragam konsultatif adalah variasi bahasa yang lazim dalam pembicaraan biasa di sekoiah, rapat-rapat, atau pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi.

d.      Ragam Santai (casual)
    Gaya bahasa ragam santai adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi yang tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat dan sebagainya.

e.       Ragam Akrab (intimate)
    Gaya atau ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan leh para penutur yang hubungannya sudah akrab. Variasi bahasa ini biasanya pendek-pendek dan tidak jelas.

5.      Variasi Bahasa dari Segi Sarana
          Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. Misalnya, telepon, telegraf, radio yang menunjukan adanya perbedaan dari variasi bahasa yang digunakan. Salah satunya adalah ragam atau variasi bahasa lisan dan bahasa tulis yang pada kenyataannya menunjukan struktur yang tidak sama.

a.       Ragam Bahasa Lisan.
    Merupakan suatu cara berkomnukasi dengan beberapa orang yang diungkapkan melalui media lisan seperti alat ucap dengan suatu unsure dasarnya adalah pelafalan dalam berkata-kata, tata bahasa dan kosakata yang terkait oleh ruang dan waktu sehingga komunikasi yang kita berikan berupa pengungkapan yang dapat membantu dalam suatu pemahaman dalam suatu lingkungan tertentu. Dalam ragam lisan ini dibedakan lagi menjadi 2 yaitu :
1)      Ragam bahasa lisan yang formal atau standard
          Ragam bahasa yang diberikan, tutur kata dan tata bahasa serta cara penyampaiannya disesuaikan dengan lingkungan dimana kita berada.
Contoh dari suatu ragam lisan adalah :
a.       Saat orang berpidato atau memberi sambutan, Dalam situasi perkuliahan, Ceramah, dll.

2)      Ragam bahasa lisan non formal atau standard
          Ragam bahasa yang biasa di gunakan sehari-hari yang tata bahasa dan penyampaianya sesuai dengan lingkungan dimana kita berada.
Contoh dari ragam bahasa lisan non standard adalah :
b.      Percakapan antar teman, Saat berada dipasar, atau Dalam kesempatan non formal lainnya.
         
          Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, raut muka, gerak tangan, atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Ditinjau dari cara penyampaiannya, ragam bahasa lisan mempunyai unsur suprasekmental (aksen, nada, dan tekanan) dan paralingual (gerak-gerik tangan, mata, kepala) memberikan efek terhadap hasil komunikasi.

          Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, raut muka, gerak tangan, atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Ditinjau dari cara penyampaiannya, ragam bahasa lisan mempunyai unsur suprasekmental (aksen, nada, dan tekanan) dan paralingual (gerak-gerik tangan, mata, kepala) memberikan efek terhadap hasil komunikasi.

          Saat berbicara secara langsung akan terlihat sangat jelas bagaimana pembicara menyampaikan informasi atau gagasannya dengan ekspresi, intonasi dan disertai dengan penyampaian ragam bahasa non-verbal.

          Komunikasi dalam bahasa lisan terjadi secara langsung atau bertatap muka sehingga terikat oleh kondisi, waktu, dan situasi.. Dari segi pemahaman yang menerima ragam bahasa lisan, pembicara lain lebih mudah mengerti jika terjadi kesalahan atau pemakaian struktur kalimat yang kurang baik saat berbicara karena dapat dijelaskan secara langsung.

          Ciri-Ciri Ragam Bahasa Lisan
a.    Langsung Dalam berkomunikasi, seseorang diharapkan dapat bertemu langsung dengan orang yang diajak bicara atau berkomunikasi 2 arah.
b.    Tidak terikat ejaan bahasa Indonesia tetapi terikat situasi pembicaraan.
seseorang diharapkan dapat mengetahui situasi dan kondisi dan menggunakan bahasa sehari-hari dengan orang yang diajak bicara.
c.    Tidak efektif, Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa sehari-hari sehingga banyak menggunakan kalimat yang bersifat basa-basi dengan orang yang diajak bicara.
d.   Kalimatnya pendek-pendek,Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa yang menurut orang lain sudah mengetahui maksudnya.
e.    Kalimat sering terputus dan tidak lengkap, Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa yang menurut orang lain sudah mengetahui maksudnya.
f.     Lagu kalimat situasional,Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang harus mengerti situasi yang ada pada dengan orang yang diajak bicara atau keadaan sekitarnya.

b.      Ragam Bahasa Tulisan
          bahasa yang tercetak. Ragam tulis dapat juga di bagi menjadi 2 yaitu ragam tulis standard, ragam tulis non standard.

1).   Ragam tulis standard
          Banyak sering kita jumpai didalam sebuah buku-buku pelajaran, majalah, teks, majalah, surat kabar, poster dan iklan.
2).   Ragam tulis non standard.
          Banyak sering kita jumpai di majalah remaja, iklan dan poster.
          Dalam ragam tulis, kita harus memperhatikan tata cara penulisan (ejaan) ,tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain, ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa dan struktur kalimatnya seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan dan kecermatan dalam pemilihan kosa kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur dalam penggunaan bahasa.
                        Istilah yang digunakan didalam ragam bahasa ada isitilah lain yang
              digunakan yaitu :
a.     Ragam standard.
b.    Ragam non standard.
c.     Ragam semi standard.
            Ragam bahasa standard memiliki sifat kaidah dan aturan yang tetap. Pada ragam bahasa standard memungkinkan perubahan pada kosatakata, peristilahan serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan.
Pembedaan antara ragam bahasa standard, ragam bahasa non standard, dan ragam bahasa semi standard adalah
a.    Topic yang dibahas.
b.    Hubungan antar pembicara,
c.    Medium yang digunakan,
d.   Lingkungan ,
e.    Situasi saat pembicaraan itu terjadi
           
     Kalau dilihat dari ciri-ciri nya yang membedakan antara ragam bahasa standard, ragam bahasa non standard, dan ragam bahasa semi standard adalah :
a.    Penggunaan kata sapaan dan kata ganti
b.    Pengunaan kata tertentu
c.    Penggunaan imbuhan
d.   Penggunaan kata sambung
e.    Penggunaan fungsi yang lengkap.
            Dalam ragam bahasa standard dan ragam bahasa non standard yang paling menunjukkan perbedaan yaitu dalam penggunaan kata-kata yang kita ucapkan. Sebagai contoh, saat kita menegur orang yang lebih tua kita lebih sering menyapa orang tersebut dengan kata bapak, ibu, saudara atau anda. Selain itu juga, kita menggunakan kata untuk menyebut diri kita sendiri dalam berkomunikasi dengan orang yang lebiih tua dengan kata saya, aku. Tetapi dalam ragam bahasa non standard biasa kita menyebut dengan kata gue.
     Dalam ragam bahasa standard, lebih banyak menggunakan kata-kata yang merupakan bentuk yang baku atau istilah pada bidang ilmu tertentu. Dalam ragam bahasa standard penggunaan kata depan dan kata sambung. Tetapi dalam ragam bahasa non standard kedua kata ini biasanya di hilangkan jadi sangat sulit untuk mengerti maknanya.
Contoh :
  1. Ayah mengatakan, kita akan pergi besok.
  2. Ayah mengatakan kita akan pergi besok.

     Kalimat yang pertama merupakan kalimat yang benar untuk ragam tulis standard karena terdapat tanda koma yang dapat memperjelas suatu makna untuk sebuah kalimat.

     Fungsi dalam ragam bahasa standard dan non standard pun berbeda. Artinya ada bagian dalam kalimat yang dihilangkan karena situasi sudah cukup mendukung pengertian. Dalam kalimat non standard itu, predikat kalimat itu dihilangkan. Seringkali pelepasan fungsi terjadi saat kita menjawab pertanyaan orang lain.
Contoh :
A :Hai, kamu mau pergi kemana?
B : tau..

     Saat terjadi pertanyaan dari si A ke si B, si B menjawab dengan kata Tau yang seharusnya dijawab dengan kata tidaktahu. Inilah yang dimaksud menghilangkan fungsi itu.
     Jadi suatu ragam bahasa banyak sekali jenis dan macamnya yang telah kita ketahui. Sekarang, tergantung bagaimana diri kita untuk mengolah ragam bahasa yang kita miliki dengan baik dan benar.



BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

A.  Simpulan
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh semua orang, baik dari kalangan atas maupun kalangan rendah. Itulah yang menyebabkan mengapa banyak sekali variasi dalam bahasa.

Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen.

B.  Saran
Bahasa merupakan sesuatu yang penting serta merupakan identitas dan alat komunikasi segala usia, segala profesi dan jenis kelamin. Tentunya dengan segala perbedaan pemakai bahasa menjadikan bahasa tersebut beraneka ragam baik dari segi keformalan, sarana dan sebagainya. Sebagaimana kita ketahui perbedaan menjadikan manusia mengenal satu sama lain, perbedaan bukan alat pemisah akan tetapi alat pemersatu.




rahmanbone.bloggspot.com









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar